Film Hantu Puncak Datang Bulan didemo pelajar
Sekitar 50 pelajar berunjuk rasa di seputaran Bundaran Hotel Indonesia (HI) menentang Lembaga Sensor Film (LSF) yang meloloskan film Hantu Puncak Datang Bulan.
Koordinator aksi, Muhammad Zia, menyatakan para pelajar yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia (KAPMI) mengecam pihak terkait yang membuat film berunsur pornografi. “Kami mengharapkan matinya pornografi. Jika pemerintah tidak tegas, masyarakat dan pelajar akan bertindak,” ujar Muhammad saat ditemui wartawan di Bundaran HI, Minggu (7/2).
Hantu Puncak Datang Bulan – Sambil membawa bendera putih berlambang KAPMI, para pelajar yang mengenakan seragam putih abu-abu juga mengibarkan bendera merah-putih serta membentangkan spanduk putih polos. Pelajar meneriakkan yel-yel yang menyatakan pornografi sama pentingnya dengan kasus Bank Century.
Aksi yang digelar mulai pukul 09.30 ini merupakan aksi gabungan pelajar dari sekitar 20 sekolah di Jakarta. Selain berorasi, KAPMI juga menggelar aksi teatrikal.
Saat Tempo datang ke lokasi, terlihat seorang pelajar dengan tangan terikat, ditandu dengan sebuah bambu. Pelajar itu menggunakan topeng bergambar kelinci. Menurut Zia, kelinci sendiri sebagai perlambang pornografi.
Selain aksi ini, menurut Zia, KAPMI sebelumnya telah melakukan penyuluhan-penyuluhan ke beberapa sekolah mengenai bahaya pornografi. “Pornografi itu merusak moral pelajar makanya harus dihapuskan,” ujar dia.


Setuju,,tapi kurang kompak ajah pelajarnya,,,
Kita tonton dulu baru kita demo!!